Kerusakan Hutan Area Tambang Desa Bakan, Begini Dampaknya

  • Whatsapp
banner 468x60

Bolmong, LiraNews – Rupanya kejadian tanah longsor di Desa Bakan Kecamatan Lolayan yang pada akhir Pebruari 2019 tidak membuat penambang emas tersebut berhenti. Mereka tetap beroperasi hingga kini, padahal daerah pegunungan tersebut sudah gundul, hilangnya resapan air, ekosistem atau habitat.

 

Read More

banner 300250

Masih beroperasi tambang emas ilegal di wilayah tersebut disayangkan oleh tokoh masyarkat setempat yang juga merupakan Korwil LSM LIRA Sulawesi Utara.

“Bencana ini perlahan namun pasti sudah 2 kali dimusim penghujan Desa Bakan mulai tenggelam dengan lumpur dan air hujan. Ini akibat ulah manusia itu sendiri dimana daerah pertambangan di pegunungan yang sudah mulai gundul, pepohonan yang dulunya menghijau kini tak ada lagi,” ujar Moh Efendi Mokodompit, SH, MM, Minggu (17/1/2021).

Kata dia, akibat hutan gundul, membuat ratusan jiwa manusia melayang seperti kejadian pada 2019. Mereka terkubur hidup-hidup di lokasi tersebut, hingga membuat tim SAR diterjunkan untuk mengevakuasi korban longsor

Kini dimusim penghujan saat ini dampaknya sudah mulai dirasakan oleh warga masyarakat Bakan itu sendiri. Pada Sabtu (16/1), banjir menggenang rumah-rumah warga.

Selain itu, dampaknya juga sudah mulai dirasakan oleh warga Desa Matali Baru akibat ulah dari manusia yang tidak bertanggung jawab selama ini. Beberapa rumah-rumah penduduk sudah mulai tergenang air kiriman dari hutan yang gundul tempat beroperasinya tambang emas.

“Masyarakat akan terus mengalami banjir sebelum dihentikan penambangan di wilayah tersebut. Untuk itu, sebagai Korwil LSM LIRA, kami melihat, mendengar dan berbuat. Itu wajib buat kami,” pungkasnya.
LN-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60